Perhatikan batas aman konsumsi gula garam lemak

Gula, garam, dan lemak merupakan tiga zat yang sering kita konsumsi dalam makanan sehari-hari. Namun, kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa konsumsi berlebihan dari ketiga zat ini dapat membahayakan kesehatan tubuh kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperhatikan batas aman konsumsi gula, garam, dan lemak agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh kelebihan zat-zat tersebut.

Gula merupakan zat yang sering kita temui dalam makanan dan minuman sehari-hari. Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Menurut World Health Organization (WHO), batas aman konsumsi gula bagi orang dewasa adalah sekitar 25 gram per hari atau sekitar enam sendok teh. Oleh karena itu, kita sebaiknya mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan seperti minuman bersoda, permen, dan kue kering.

Selain itu, garam juga merupakan zat yang sering kita konsumsi dalam makanan sehari-hari. Konsumsi garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, batas aman konsumsi garam bagi orang dewasa adalah sekitar 5 gram per hari atau sekitar satu sendok teh. Oleh karena itu, kita sebaiknya mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam tambahan seperti keripik, sosis, dan makanan cepat saji.

Lemak juga merupakan zat yang sering kita konsumsi dalam makanan sehari-hari. Konsumsi lemak yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, obesitas, dan kolesterol tinggi. Menurut American Heart Association, batas aman konsumsi lemak jenuh bagi orang dewasa adalah sekitar 13 gram per hari. Oleh karena itu, kita sebaiknya mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging berlemak, mentega, dan gorengan.

Dengan memperhatikan batas aman konsumsi gula, garam, dan lemak, kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita dan terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh kelebihan zat-zat tersebut. Oleh karena itu, mari kita mulai mengubah pola makan kita agar tetap sehat dan bugar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.