Kadinkes tekankan Jabar fokus cegah lahirnya anak stunting baru

Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) Jawa Barat, Nina Mariani, menekankan pentingnya fokus pada upaya pencegahan lahirnya anak-anak stunting baru di wilayah tersebut. Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami pertumbuhan yang tidak optimal akibat kekurangan gizi pada masa kehamilan dan pertumbuhan awalnya. Hal ini dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan mental pada anak.

Menurut Nina Mariani, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kasus stunting yang cukup tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk mencegah lahirnya anak-anak stunting baru. Upaya pencegahan ini meliputi peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi tentang gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

Kadinkes juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Ibu hamil perlu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang agar janin dapat tumbuh dengan optimal. Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mematuhi anjuran pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan anak.

Dengan fokus pada pencegahan lahirnya anak-anak stunting baru, diharapkan angka kasus stunting di Jawa Barat dapat terus menurun. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menjalankan program-program kesehatan yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak. Dengan demikian, generasi masa depan Indonesia dapat tumbuh menjadi individu yang sehat dan berkualitas.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.